1 Jul 2013
Sopir TransJ Pukul Pemotor Siapa Yang Salah?
Hari ini saya membaca berita di detik dot com yang judulnya “Pukul Pemotor, Supir TransJ Sempat Tawarkan Uang Damai Rp 100 Ribu”. Cukup lumayan menyita perhatian saya memang, karena selama ini sopir TransJ sering terkena masalah.
Setelah membaca beritanya ternyata sang sopir TransJ geram karena si pengendara motor memasuki jalurnya. Sulit memang menentukan siapa yang salah karena sebenarnya cara mengingatkan si pengendara motor dengan memukulnya juga salah. Namun pengendara motor masuk ke jalur TransJ juga tidak dapat dibenarkan.
Sejak dulu proyek TransJ sudah menjadi pro dan kontra. Pro saat para pengendara mau beralih ke TransJ maka macet yang tadinya jadi momok warga ibukota akan hilang. Kontra saat jalur TransJ ternyata malah mengurangi jalanan yang sudah sempit dan macet malah dibuat blok-blok untuk jalur TransJ sehingga tidak heran kalau yang bosen macet ya “nyelonong” ke jalur TransJ.
Sejak dimunculkan TransJ memang belum bisa menjadi pilihan utama warga ibukota, karena mereka masih nyaman dengan kendaraannya sendiri. Alasan klasik muncul diantaranya mulai dari pencopetan, terbatasnya jumlah armada, hingga aksi pelecehan seksual yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.
Masih jadi PR dari gubernur baru ibukota saat ini karena beliau masih mengusahakan membuat transportasi yang nyaman dan aman ke depannya untuk warga ibukota. Kita doakan yang terbaik.

Kalo buat saya sih tetep aja 22′nya sama2 salah.
Si pengendara motor salah karena sudah menerobos jalur busway, si supir pun salah karena sudah menggunakan cara kekerasan
Zippy
July 13th, 2013 at 2:05 pmpermalink